UNS Kembangkan Transformasi Digital Penjualan Produk Aromaterapi Berbahan Hidrosol Kunyit Sebagai Komoditas Unggulan Desa Bandar Pacitan

0
89

Desa Bandar terletak di Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Perekonomian masyarakat di Desa Bandar didukung oleh masyarakat yang dominan menanam tanaman obat tradisional khususnya kunyit (Curcuma domestica) sebagai komoditas utama. Kunyit menjadi pendukung utama usaha masyarakat disamping usaha peternakan sapi. Kunyit yang dipasok ke industri kecil obat tradisional Wonogiri dan Sukoharjo sebagian besar dihasilkan dari desa Bandar, namun kawasan ini belum terkenal sebagai penghasil kunyit berkualitas apalagi sebagai pengolah tanaman obat tradisionalnya.

Penjualan kunyit selama ini hanya dalam bentuk curah produk basah. “Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pengolahan pasca panen berupa pengembangan aspek proses produksi produk aromaterapi dengan menggunakan salah satu bahan yaitu hidrosol kunyit, dan pengembangan aspek pemasaran produk secara digital sehingga terbentuk sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan social” tutur Anif selaku ketua kegiatan ini. Produk pemasaran secara digital saat ini sudah menjadi kebutuhan untuk bisa lebih mengenalkan produk kepada konsumen baik dalam maupun luar negeri. Ini disampaikan oleh anggota Tim Pengabdian dari Prodi D3 Teknik Informatika dan D3 farmasi.

Di wilayah Desa Bandar sendiri sudah puluhan tahun petani menanam kunyit yang dijual ke tengkulak. Tanaman ini mudah dibudidayakan, bahkan bisa setiap hari ada panen, namun puncak masa panen kunyit setiap tahunnya terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Rata-rata produktivitas di Desa Bandar sendiri adalah 5-8 ton/hari.. Kunyit yang dipasok ke industri kecil obat tradisional Wonogiri dan Sukoharjo juga industri herbal besar sebagian besar dihasilkan dari daerah Bandar namun Bandar belum terkenal dengan tanaman obat tradisionalnya. Salah satu upaya petani mengatasi keterbatasan petani adalah pembentukan kelompok tani. Kelompok Tani Suroloyo, yang terletak di Dusun Ngagik Desa Bandar, diketuai oleh Bp. Agus Pramono dengan anggota 30 petani. Produktivitas di kelompok tani Suroloyo berkisar 90 ton empon-empon/tahun dengan omset rata-rata Rp 200 juta/tahun. Kelompok Tani Suroloyo didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupannya yang lebih sejahtera serta menjalin kerjasama dengan banyak pihak. Beberapa kegiatan dilaksanakan dalam kelompok tani tersebut, seperti pembuatan serbuk kunyit, rajangan kunyit dan kunyit instan. Namun hal tersebut belum dapat meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. “Kegiatan ini bekerjasama dengan kelompok Tani Suroloyo I dan CV PJ. Chinglung sebagai industri yang tersertifikasi CPOTB untuk memproduksi produk aromaterapi berbahan hidrosol kunyit dari desa Bandar sebagai komoditi baru di masyarakat, kata Agus selaku ketua kelompok tani Suroloyo.