Home > News > TANDUR - Solusi Ide Irigasi Cerdas Hemat Air untuk Petani Lahan Kecil dari D3TI

TANDUR - Solusi Ide Irigasi Cerdas Hemat Air untuk Petani Lahan Kecil dari D3TI


Keterbatasan air dan akses listrik masih menjadi tantangan utama bagi petani lahan kecil. Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Teknik Informatika Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengembangkan inovasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) bernama “Tandur”. “Tandur” merupakan sistem irigasi otomatis bertenaga surya yang dirancang untuk membantu petani menghemat penggunaan air dan energi secara signifikan. Inovasi ini dikembangkan melalui program hibah magang UNS yang mendorong mahasiswa menciptakan solusi nyata berbasis kebutuhan lapangan.

Ketua Peneliti, Fevy Sonia Puspita Lestari menyampaikan, berbeda dengan sistem irigasi otomatis pada umumnya, “Tandur” dirancang untuk beroperasi secara mandiri dengan memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama. “Hal ini menjadikan “Tandur” ramah lingkungan serta sangat cocok diterapkan di lahan pertanian terpencil yang belum memiliki akses listrik stabil,” terang Fevy, Kamis (18/12/2025). Tim Tandur D3TI UNS :
1. Ervita Amelia Suci
2. Fevy Sonia Puspita Lestari
3. Anandita Putri Artiar
4. Arzeta Putri Kaila
5. Mahesa Rahmad Ramdani
6. Muhammad Alfa Rizky Pasha Buntaran
7. Muharram Bagas Putra Santoso

Sistem ini dilengkapi sensor kelembaban tanah dan suhu yang bekerja layaknya “indra”, membaca kondisi lahan secara real-time. Saat tanah terdeteksi kering, pompa air akan aktif secara otomatis tanpa perlu penyiraman manual. Data kondisi tanah dapat dipantau melalui dashboard web yang mudah diakses lewat laptop maupun smartphone.

Hasil uji lapangan menunjukkan efisiensi penggunaan air meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan metode penyiraman manual. Sistem juga terbukti beroperasi stabil dengan sumber listrik panel surya, termasuk dalam pengujian penggunaan jangka panjang. “Kami ingin menghadirkan solusi irigasi yang efisien, mandiri energi, dan terjangkau agar petani kecil tidak lagi bergantung pada listrik dan penyiraman manual,” imbuh Fevy.

Kolaborasi antara SV UNS dan PT Stechoq Robotika Indonesia tidak hanya menghasilkan teknologi siap pakai, tetapi juga memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa. PT Stechoq Robotika Indonesia berperan dalam pendampingan teknis serta pembinaan proses desain dan implementasi teknologi.

Dengan teknologi ramah lingkungan dan potensi implementasi yang luas, “Tandur” diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa SV UNS dalam mendukung pertanian modern yang efisien, hemat energi, dan berkelanjutan di Indonesia.

Inovasi “Tandur” selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG ke-9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengembangan serta implementasi teknologi “Tandur” menjadi wujud nyata inovasi teknologi tepat guna yang lahir dari kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri.

Selain itu, inovasi ini juga sejalan dengan SDG ke-13: Penanganan Perubahan Iklim. Pemanfaatan teknologi yang hemat energi dan ramah lingkungan melalui “Tandur” mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan serta emisi karbon di sektor pertanian, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan